Hari Raya Waisak, Sejarah, Makna dan Ucapannya
sumber gambar: https://elements.envato.com/religion-buddha-meditation-vesak-day-RFLMYVH
Peringatan hari Raya Waisak umumnya dirayakan setiap tahun ketika terjadi bulan purnama pada bulan Mei. Sama halnya seperti tahun ini, hari Raya Waisak jatuh pada hari ini, Minggu 4 Mei 2023, yang dijadikan sebagai hari libur nasional pada sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk juga di Indonesia.
Hari suci bagi agama Buddha ini juga turut dirayakan diberbagai negara, contohnya seperti Saga Dawa di Tibet, Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Visakha Bucha di Thailand, Vesak di Sri Lanka, Vesak di Singapura dan Malaysia.
Sejarah Hari Raya Waisak
Adanya tiga peristiwa penting yang terjadi pada Guru Agung bagi umat Buddha atau sang Buddha Gautama yang kemudian dikenal sebagai Hari Tri Suci Waisak.
Pada sekitar abad ke 5 SM, Waisak merupakan sebuah festival yang dirayakan oleh umat Buddha untuk merayakan Guru Agung atau Guru Spiritual, yaitu Buddha Gautama, juga dikenal sebagai Siddharta Gautama, yang dilahirkan sebagai guru dan memiliki pemikiran, bahwa kekayaan serta kemewahan tidak akan menjamin kebahagiaan seseorang.
Saat ini dulu, bagi agama Buddha di India, pohon Bodhi yang berada di Bodh Gaya tempat Siddhartha Gautama mendapatkan pencerahan menjadi sebuah tempat yang bersejarah. Kurang lebih selama 6 tahun lamanya, Gautama berkeliling sebagai tunawisma serta untuk belajar bermeditasi.
Selama dalam perjalanan itulah, ia selalu belajar serta mempraktikan kehidupan asketisme yaitu sebuah kehidupan tanpa adanya kenikmatan duniawi demi memperoleh keuntungan spiritual, yang kemudian ia ajarkan kepada orang lain.
Untuk memutuskan perayaan Waisak sebagai hari lahir Buddha pada beberapa negara sekaligus, Srilanka mengadakan sebuah konferensi pertama tentang Persekutuan Buddhis Sedunia atau disebut pula sebagai World Fellowship of Buddhists pada tahun 1950.
Makna Hari Raya Waisak Bagi Umat Budha
Beberapa rangkaian acara yang dilakukan umat Buddha ketika perayaan Waisak adalah adalah seperti meditasi, kebaktian serta pindapatta, yang mempunyai makna dan tujuan masing-masing.
Bukan hanya sebagai peringatan kematian sang Buddha, Waisak juga meniliki makna yang berkaitan dengan tiga peristiwa yang disebut sebagai Trisuci Waisak. Berikut penjelasannya.
Kelahiran Siddharta Gautama
Waisak merupakan peringatan kelahiran seorang pangeran Siddharta Gautama, yaitu anak dari Ratu Mahamaya dengan Raja Suddhodana. Tidak seperti umumnya bayi yang baru lahir, Siddharta Gautama yang lahir di Taman Lumbini pada 623 Sebelum Masehi (SM) ini, bisa berdiri dengan tegak dan langsung bisa berjalan.
Situasi itu menunjukkan tanda, bahwa ia akan menjadi calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan paling tinggi.
Siddharta Gautama mendapatkan Penerangan Agung
Pimpinan dari Asita Kaladewala waktu itu meramalkan jika sang Siddharta Gautama pada masa mendatang akan menjadi seorang Maharaja Dunia atau Chakrawatin. Kemudiab ketika berusia 35 tahun, Siddharta Gautama mendapatkan Penerangan Agung, sehingga menjadi Buddha di Bodh Gaya ketika bulan Waisak tiba. Dilanjutkan pada usianya yang ke 45 tahun, ia berkelana demi menyebarkan kebenaran atau disebut sebagai Dharma.
Parinibbana
Makna ketiga adalah Parinibbana, yaitu Kkematian dari sang Buddha Gautama terjadi ketika ia menginjak usia 80 tahun pada 543 SM, sehingga para pengikutnya pun melakukan sujud sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk sang Buddha.
Dari ketiga peristiwa penting tersebut, pada tahun 1950 di Srilanka dilakukan sebuah konferensi ditetapkan setiap tahun ketika terjadi bulan purnama pada bulan Mei sebagai hari raya Waisak.
Sejak tahun 1929 Di Indonesia, umumnya umat Buddha merayakan hari Raya Waisak dengan mengadakan festival lampion yang dilakukan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Momen melepaskan ribuan lampion kertas ke langit adalah sebagainya yang identik sebagai perayaan hari Raya Waisak
Umat Buddha biasanya akan mendekor rumahnya dengan lentera ketika hari Raya Waisak tiba, selama proses mereka mengenakan pakaian berwarna putih, biasanya mereka juga akan pergi ke kuil sepanjang hari hingga purnama tiba, dan mereka juga akan melakukan perbuatan baik, meditasi, menbawa persembahan ke kuil dan berbagi dengan oran lain.
Ucapan Selamat Hari Raya Waisak
Selain melakukan banyak hal baik seperti diatas, tidak lupa, mereka juga akan saling bertukar ucapan dengan keluarga maupun teman, seperti beberapa ucapan selamat hari Raya Waisak berikut ini.
1. Bulan, matahari, dan kebenaran, adalah tiga hal yang tidak bisa lama disembunyikan. Selamat Hari Raya Waisak.
2 Bagi seluruh umat beragama Buddha, selamat memperingati Hari Raya Waisak, semoga membawa ketenteraman, kedamaian, dan kebahagiaan.
3. Menahan amarah itu ibarat menggenggam bara panas dengan niat akan melemparkannya kepada orang lain, tanpa disadari dirinya sendiri yang pertama terbakar. Selamat Hari Waisak!
4. Kecuali dharma yang dipraktikkan dengan ketulusan hati, maka tidak ada sebuah perlindungan yang aman di dunia ini, Selamat Merayakan Hari Raya Waisak 2023.
Referensi:
https://www.gramedia.com/literasi/waisak-adalah/
https://www.bola.com/ragam/read/5302573/32-ucapan-hari-raya-waisak-yang-indah-dan-penuh-makna

Komentar
Posting Komentar