FKDC: Meningkatkan Kualitas Penyandang Disabilitas
Semangat pagi, Sahabat Lovers 🥰
Nggak terasa sudah di penghujung tahun aja, ya? Sudah bikin resolusi untuk tahun depan? Semoga tahun ini meninggalkan pengalaman terbaik, dan semoga tahun depan kita bisa meningkatkan kualitas hidup kita, ya. Aamiin Allahumma Aamiin
Kemarin pagi, Rabu 28 Desember 2022 mulai jam 09:00-10:00 aku bareng beberapa teman blogger lainnya mengikuti keseruan live streaming dengan KBR yang lagi bahas tentang FKDC (Forum Komunikasi Difabel Cirebon) bersama OYPMK (Orang Yang Pernah Menyandang Kusta) bersama dua narasumber yaitu, bapak Antony Ginting selaku Recruitment and Selection Manager Head Office Alfamart, dan bapak Abdul Mujib selaku Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon.
Pak Anthony Ginting sendiri mengatakan jika Alfamart sudah menginisiasi ketenagakerjaan inklusif sejak tahun 2016. Wah, ternyata sudah lama. banget, ya? 🥰 Namun beliau sempat terkejut karena pemerintah mengeluarkan Undang-Undang no. 8 tahun 2016 bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1% dari jumlah karyawannya adalah para penyandang disabilitas.
Padahal waktu itu ada sekitar 150.000 para penyandang disabilitas yang sudah melamar kerja di perusahaan Alfamart tersebut. Kalau berdasarkan Undang-undang yang sudah dikeluarkan pemerintah tadi, artinya masih banyak para penyandang disabilitas dan OYPMK tidak mendapatkan pekerjaan nantinya.
TANTANGAN ALFAMART MEMPEKERJAKAN PARA DIFABEL dan OYPMK
Menurut pak Anthony Ginting, ada tantangan tersendiri saat mempekerjakan para difabel dan OYPMK, yaitu mengalami stigma sosial. Karena ada konsumen yang berbeda-beda sudut pandangnya dalam menanggapi pekerja difabel tersebut. Ada beragam reaksi saat konsumen-konsumen itu berinteraksi atau saat berhadapan langsung dengan mereka
Beruntungnya Pak Anthony Ginting dan para pekerja Alfamart sudah pernah belajar dari yayasan penyandang OYPMK yang berada di Yogyakarta. Ketenagakerjaan yang inklusif ini juga membutuhkan sosialisasi dari FKDC dan forum-forum dari kota lainnya.
FKDC alias Forum Komunikasi Difabel Cirebon
Nah, FKDC alias Forum Komunikasi Difabel Cirebon yang diketuai oleh Abdul Mujib ini menambahkan, dengan membuat konten di berbagai sosial media seperti YouTube bisa membuka ruang-ruang dalam menyebarkan isu disabilitas. Salah satunya seperti bulan kemarin waktu Abdul Mujib menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Dari kegiatan yang dihadiri oleh pelaku-pelaku usaha itulah, beliau mempunyai kesempatan untuk menyuarakan isu disabilitas.
Salah satunya dari hal tersebut lah dapat menurunkan stigma masyarakat, sehingga bisa mendapatkan kepercayaan terhadap para penyandang disabilitas dan OYPMK untuk mendapatkan pekerjaan yang layak atau bahkan menjadi seorang pengusaha.
LATAR BELAKANG
Awalnya Abdul Mujib juga sempat merasa ragu dengan kemampuan para penyandang disabilitas dan OYPMK untuk bisa bekerja seperti pekerja pada umumnya, walau dirinya sendiri juga seorang difabel.
Namun hal itu bisa segera ditepisnya karena beliau sudah sering berhubungan dan berhadapan langsung dengan teman-teman penyandang disabilitas lainnya.
Saat ini ketua Forum Komunitas Difabel Cirebon tersebut sudah bisa memberikan penilaian positif terhadap para penyandang disabilitas dan OYPMK alias Orang Yang Pernah Menyandang Kusta.
Jangan sampai stigma diri dan pandangan yang keliru membuat para difabel dan OYPMK semakin terkurung dalam lingkaran diskriminasi. Kita harus ubah mindset bahwa mereka juga bisa berkarya dan berkarir layaknya manusia lain pada umumnya, seperti contohnya pak Abdul Mujib itu sendiri.
TUJUAN Forum Komunikasi Cifabel Cirebon
Tujuan dari Forum Komunikasi Difabel Cirebon adalah untuk meningkatkan edukasi pada masyarakat agar menghilangkan stigma buruk pada masyarakat terhadap penyandang disabilitas ataupun terhadap Orang Yang Pernah Menyandang Kusta. Seperti yang kita bahas tadi tentang stigma sosial yaitu meningkatkan rasa percaya diri, serta untuk meningkatkan kemampuan atau skill.
Meningkatkan kualifikasi yaitu mampu memiliki mobilitas mandiri. Bagaimana caranya agar bisa berkomunikasi dengan baik, membaca gerak bibir, berbicara dan beradaptasi dengan pekerjaan.
Kalau seperti yang pernah aku dengar, jangan pernah mengkerdilkan seseorang. Karena pada dasarnya, masing-masing dari kita mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri.
Patutlah bersyukur kita dilahirkan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta tidak ada satu kekurangan apapun. Jadi, jangan pernah rendahkan mereka yang terlahir kurang sempurna, karena penyandang disabilitas juga mempunyai harkat dan martabat, serta mempunyai kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik dan lebih sukses.
Selamat menjelang tahun baru 🥰

Komentar
Posting Komentar