Pentingnya Mengenali Pemahaman Diri untuk Menjaga Kesehatan Mental
Selamat datang 2022, semoga tahun ini kita diberi nikmat sehat dan rezeki yang melimpah, serta selalu bahagia. Aamiin. Ada yang sudah mulai mengerjakan resolusi dan mengisi lembar to di liat serta pencapaian tahun ini? Jangan bersedih, ya, jika ada beberapa hal yang belum bisa kita dapatkan tahun kemarin. Bismillah, semua mimpi akan terwujud tahun ini. Sekali lagi, Aamiin Allahumma Aamiin.
Masih seperti artikel-artikel sebelumnya yang membahas tema seputar cinta. Ya, menurutku tema ini nggak akan pernah ada habisnya buat dibahas 🤭. Tau nggak, blog ini aku buat khusus untuk mengenang sepeninggalku nanti. Umur orang nggak ada yang tau, kan? Apalagi selama pandemi ini yang seakan begitu dekat antrean kita untuk kembali berpulang. Aku ingin kelak anak-anak masih bisa membaca tulisan-tulisan emaknya yang manis dan butuh penuh cinta ini 😍🥰.
Well, untuk bisa memberikan cinta pada orang lain, maka aku juga harus bisa mulai dengan memberikan cinta pada diri sendiri terlebih dahulu, kan? Jujur, ini baru banget aku lakukan. Dulu aku menganggap, memberikan hal terbaik untuk orang lain adalah bukti cinta sesungguhnya, meski dengan mengabaikan diri sendiri. Efeknya, setelah sekian lama hal-hal yang kurang nyaman diterima oleh tubuh dan hati kita menumpuk, kemudian menjadi bumerang. Duaaarrr...!!! Depresi pun terjadi. Ya, aku sempat merasakan depresi walau berada diantara orang-orang yang begitu kucintai. Aku kehilangan diri sendiri.
Kadang kita baru menyadari betapa berharga dan pentingnya seseorang setelah kita kehilangan dia. Ternyata ini juga bisa berlaku terhadap diri kita sendiri, loh. Betapa selama ini aku sudah bersikap terlalu keras, cuek, cenderung tidak peduli dan abai terhadap diri sendiri, sampai akhirnya otak dan reaksi ubuh pun berontak. Saat itulah aku mulai belajar mencintai diri sendiri. Menganggap bahwa diriku adalah wanita tangguh yang demikian hebat karena bisa melewati semua tantangan hidup selama ini. Aku juga patut dan layak dicintai. Jangan pernah membiarkan diri kita kehilangan cinta dari sekitar, terlebih cinta dari diri kita sendiri. Iya, kita layak dicintai.
Belajar Tentang Pemahaman Diri
Saat berharap mendapatkan cinta sebesar yang bisa aku berikan pada mereka namun tak berbalas, aku kecewa. Sangat kecewa. Aku capek harus selalu mengerti tanpa dimengerti. Mendengar tanpa pernah didengar, mengalah tanpa pernah dihargai. Dulu aku bangga bisa memahami semua itu dan mengalahkan hal yang kuanggap sebagai ego. Nyatanya aku salah. Aku justru tidak memahami keinginan terhadap diriku sendiri, sahabat pertama dan terakhirku.
Ketika kehilangan pasangan karena penghianatan, awalnya aku pun menyalahkan diri sendiri. Apa kurangnya aku? Apa salahku? Pengorbanan apalagi yang harus aku lakukan? Apakah aku perempuan yang tidak bisa membahagiakan pasangan? Apakah aku wanita jelek yang hanya mempermalukan? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan negatif yang berputar di kepalaku. Tapi kini aku punya cara yang berbeda untuk menghadapi situasi yang sama. Jika semua hal terbaik sudah kulakukan tapi harapan tidak sesuai kenyataan, maka aku akan berkata bahwa bukan aku yang salah melainkan dia memang tidak pantas mendapatkan aku. That's it. Sesimple itu. Pahami, hargai, dan cintai dirimu sendiri sebelum kau lakukan untuk orang lain.
Aku suka banget sama kalimat Rener yang ditulis Maria Antoinete pada blog rumahbelajarpsikologi, disitu menjelaskan bahwa orang yang memahami diri sendiri adalah mereka yang memiliki tujuan hidup, memiliki arah, merasa memiliki kewajiban dan alasan untuk ada (eksis), identitas diri yang jelas, dan kesadaran sosial yang tinggi.
"Who am I?" Siapa saya? Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, namun memerlukan jawaban yang cukup mendalam, karena banyaknya aspek yang harus diungkap. Pengenalan atau pemahaman pada diri sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam mengeksplorasi potensi diri sendiri yang terdiri dari potensi fisik dan potensi psikis. Dimana potensi psikis adalah kelebihan pada anggota badan, panca indera beserta kekuatan/kualitasnya, sedangkan potensi psikis yaitu seluruh kemampuan dan kekuatan yang berkaitan dengan kemampuan kejiwaan seperti; intelektual (IQ), bakat, minat, dan sifat ciri-ciri kepribadian.
Sehingga seseorang yang lebih bisa memahami diri sendiri, lebih memiliki peluang yang besar untuk meraih cita-cita atau impiannya.
Cara Memahami Diri Sendiri
Ternyata memahami diri sendiri tidak semudah memahami orang lain. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Tentu dibutuhkan keberanian untuk bertanya pada diri sendiri, tentang apa yang sebenarnya kita rasakan, serta apa yang kita inginkan. Nggak mudah memang, tapi bukan berarti nggak bisa. Bahkan Buya Hamka pernah berkata, "Mengenali diri sendiri jauh lebih sukar daripada ingin mengetahui kepribadian orang lain. Sebab itu, kenalilah dirimu sebelum mengenal pribadi orang lain."
Berikut ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melatih memahami diri sendiri:
Catat momen-momen berharga yang membuat kita merasa bangga pada diri sendiri. Bisa dengan mengunggah foto beserta captionnya di media sosial yang kita punya, atau kita mempunyai buku pencapaian khusus yang bisa kita "kunjungi" setiap saat, ketika kita ingin melakukan sesuatu yang membuat rasa bangga itu muncul dan kembali hadir.
Selain mencatar momen-momen berharga, ada beberapa hal lain yang bisa kita lakukan. Seperti; mengenali aktifitas favorit, mencari tahu kepandaian atau potensi apa yang kita miliki, jangan pernah takut menjadi orang yang berbeda, dan yang pasti kita harus menghargai diri sendiri terlebih dahulu sebelum melakukan untuk orang lain.
Terakhir, mintalah pendapat atau feedback dari orang lain. Bukan bermaksud untuk bergantung pada pendapat orang lainlain, tapi melihat potensi pada diri sendiri memanglah tidak mudah. Dimana kita harus bisa menilai dengan baik diri sendiri dan potensi apa yang ada dalam diri kita.
Untuk itu, jika kesulitan kita bisa minta bantuan kepada teman, keluarga, pasangan, atau siapapun yang sering bersama. Sehingga kita bisa mengetahui diri sendiri secara utuh dan menyeluruh.
Manfaat Mengenal / Memahami Diri Sendiri untuk Kesehatan Mental
Adapun manfaat bagi kesehatan.mental ketika kita bisa memahami diri sendiri adalah; bisaemghilangkan rasa cemas dan gugup, hal ini juga bisa menghilangkan rasa sepi karena seakan kita tidak sedang sendiri, menambah wawasan tentang diri sendiri sehingga kita bisa meningkatkan kepercayaan diri, dan yang pasti juga bisa mengurangi kadar stres.
Komentar
Posting Komentar