Resensi Buku - Agar Bidadari Cemburu Padamu
Sudah terlambat memang jika mau meresensi buku 'Agar Bidadari Cemburu Padamu' ini. Tapi tidak ada salahnya mengingat ini merupakan salah satu buku favorit saya. Judulnya sangat menggelitik, Agar Bidadari Cemburu Padamu karya Salim A. Fillah. Saya membelinya waktu masih cetakan pertama, yaitu tahun 2004. Sampai saat ini masih sering membacanya.
Buku ini berisi tentang tips atau wejangan atau ... bahkan saya sendiri sulit mendeskripsikannya.
Sebuah buku berisi petuah, tapi ditulis oleh seorang pemuda yang sebulan sebelum usianya tak lagi kepala satu. Alias masih belasan. Sebuah buku nasihat yang sama sekali tidak berisi kata-kata yang menggurui. Sebuah buku agama yang tidak melulu berisi dalil-dalil panjang yang kadang sulit dimengerti pembacanya.
Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak jua dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
Subhanallah, indah, ya? Mendengarnya badan terasa ringan dan nyaris terbang. (Hal. 7)
Pada bagian pertama buku ini membahas tentang perempuan dalam sudut pandang kepemimpinan, waris, akal dan agama serta dalam kesetaraan terindah.
"Sesungguhnya wanita adalah belahan tak terpisah dari lelaki." (HR. Ahmad dan Baihaqi)
Kiranya siapa yang telah memisahkan kedua belahan ini dalam pengagungan hak-haknya yang mulia tanpa cela. Jahilia model mana yang membuat mereka lalai dari kesetaraan terindah? (Hal. 32)
Bidadari dan Kita; Mahakarya!
Kita adalah mahakarya. Mahakarya yang diciptakan Allah dengan perhatian begitu istimewa. Ia begitu nyata mewujud dalam penciptaan dan sususannya yang sedemikian unik, pada pembentukan fisiknya yang begitu cermat dan rumit, pada pembentukan perangkat intelektual yang pelik dan rentan, dan pembentukan sisi ruhiyahnya yang mengagumkan.
Dalam bab ini juga membahas tentang busana untuk muslimah.
Trendsetter Syar'i? OK juga!
Kain lebih dari matakaki, sombong atau kotor?
Nah, lho, menurut Anda bagaimana? Dalam buku ini dijelaskan pada halaman 76.
Ada satu bagian dalam buku ini yang saya tandai dengan stabilo.
Orang-orang biasa sih, nggak perlu digelincirkan juga sudah tergelincir sendiri. Buat apa repot-repot diurusin, kata syaitan. Berhasil juga nggak ada bangganya, nggak ada prestisenya. Justru syaithan tertantang untuk menggelincirkan orang-orang hebat, demi prestasi, dan demi dampak luas yang akan ditimbulkan bagi banyak orang lain. (Hal. 99)
Kalau dipikir-pikir, benar juga ya kata setannya?
Pada bagian ketiga Bab 7 dalam buku ini membahas tentang aktivitas muslimah. Kemudian dilanjutkan Bagian keempat tentang pernikahan.
Ada Saatnya, Wahai Diriku ...
Menawarkan diri, karena kau berselera tinggi. To the point pada yang pasti-pasti. Terkadang itu akan menjadi pilihan yang agung bagi seorang wanita. Menawarkan diri pada lelaki yang pasti, pasti agamanya, pasti kualitas akhlaqnya. Di sini, yang pasti cuma satu: diterima atau ditolak.
Saya pribadi sangat merekomendasikan buku ini sebagai pegangan untuk setiap muslimah. Agar senantiasa merasa bahwa ia adalah makhluk mulia yang sudah diciptakan ke dunia, serta belajar menjadi muslimah syurgawi. Bagaimana tidak istimewa jika makhluk sesempurna bidadari saja bisa cemburu. Atau bisa juga dimiliki oleh laki-laki agar mengetahui cara terbaik bagaimana memperlakukan seorang muslimah.
Kelebihan:
Kalimat yang disampaikan penulis sangat enak dibaca, santai namun berbobot dan bahasanya mengena. Seperti orang yang sedang membaca dongeng berisi nasihat.
Kekurangan:
Seperti yang disampaikan juga oleh penulisnya, isi buku ini tidak runtut dan alur logikanya yang kurang jelas bagi mereka yang terbiasa berpikir sistematis.
Tapi tetap saja buku ini termasuk buku yang berkualitas.
Judul : Agar Bidadari Cemburu Padamu
Penulis : Salim A. Fillah
Penerbit : PRO-UMEDIA
ISBN : 979-98151-1-8
Tahun : 2004
Harga : Rp. 35.000,
Halaman : 254

Komentar
Posting Komentar